Penasaran tidak, berapa modal awal jualan sayur keliling? Pedangan sayur keliling atau “eyek” dalam bahasa jawa, sekarang lebih banyak masyarakat yang berminat. Suara “Sayuuuur… sayuuuur!” di pagi hari pakai motor atau gerobak itu sudah jadi pemandangan biasa di perumahan. Jualan sayur keliling itu kelihatannya bisnis yang simpel dan pasti laku. Banyak yang melirik ide ini karena praktis, kita yang mendatangi pembeli. Tapi, pertanyaan terbesarnya: “Berapa modal awal untuk memulainya?”
Sebelum hitung angkanya, kita harus tahu dulu enaknya jualan keliling. Keuntungan terbesarnya jelas: kamu tidak perlu bayar sewa kios atau lapak di pasar. Biaya sewa tempat itu biasanya mahal banget. Dengan keliling, modal terbesarmu di bagian sewa itu bisa dipangkas jadi nol. Ini adalah cara paling hemat untuk jualan langsung ke pelanggan.
Membongkar Modal : Dua Jenis Pengeluaran
Oke, sekarang kita bedah modalnya. Biar gampang, modal awal itu kita bagi jadi dua jenis. Pertama, “Modal Alat” (kamu beli sekali di awal untuk dipakai lama). Kedua, “Modal Putar” (ini adalah uang yang kamu pakai belanja sayur setiap hari, uang ini yang akan berputar terus). Kita akan hitung dua-duanya.
Modal Alat
Ini adalah modal alat yang paling besar dan paling penting untuk jualan “keliling”: kendaraan. Biasanya pakai motor. Kamu tidak perlu beli motor baru. Pakai motor bekas atau motor yang kamu punya sekarang (misalnya motor matic atau motor bebek) sudah lebih dari cukup, yang penting mesinnya sehat dan kuat angkut barang.
Motornya tentu nggak bisa standar. Kamu butuh modal untuk “dandanin” motor biar siap jualan. Ini artinya kamu harus pasang keranjang besi khusus di bagian belakang (jok belakang). Kadang perlu juga tambah keranjang di depan. Ini wajib hukumnya untuk menaruh semua dagangan sayur, tahu, tempe, dan bumbu.
Selain motor dan keranjangnya, kamu butuh alat tempur lainnya. Yang paling wajib adalah Timbangan Gantung (yang dicantol itu, harganya murah sekitar Rp 50.000 – Rp 70.000). Kenapa timbangan gantung? Karena praktis, nggak makan tempat di motor. Selain itu, siapkan juga kantong kresek berbagai ukuran, tali rapia, dan mungkin payung besar atau terpal kecil untuk jaga-jaga kalau panas terik atau hujan.
Jadi, berapa total “Modal Alat”? Mari kita hitung kasar. Jika kamu sudah punya motor, modalmu tinggal untuk: Bikin keranjang besi custom (sekitar Rp 250.000 – Rp 400.000) + Timbangan gantung (Rp 70.000) + Stok awal kresek dan tali (Rp 50.000). Total Modal Alat bisa sekitar Rp 370.000 – Rp 520.000.
Modal Putar / Harian


